Category Archives: Pojok Renungan

Antara Keinginan, Logika, dan Aturan Agama

Assalamu’alaikum wr. wb.

Wow, judul yang cukup sensitif bukan? Tumben lagi saya mempost sesuatu yang tidak biasanya *I’m here with another post that seems not so me* . Ya, akhirnya saya memutuskan untuk memaparkan pendapatku mengenai sesuatu. Not too serious, really, tapi cukup penting untuk diketahui orang-orang yang mengenal saya. Yah, mungkin isinya tidak akan sepanjang yang kalian kira, tapi cukup untuk memberi alasan mengenai sesuatu itu. Oke, sebelumnya saya memohon maaf terlebih dahulu bila ada kata yang salah, dan jika tidak keberatan, CMIIW :)

Pernahkah ada suatu saat ketika kamu (pembaca dan teman-temanku cayang) mengajak saya pergi untuk menginap entah itu karena sesuatu hal yang cukup penting, tapi saya menolak? Atau mungkin pada kegiatan lainnya yang mengharuskan seseorang untuk bepergian jauh dalam jangka waktu yang lama? Yah, saya punya alasan tersendiri untuk hal itu dan berikut ini akan saya jelaskan.

Sabda Nabi Muhammad SAW : “Tidak dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, bepergian selama perjalanan satu hari satu malam tanpa seorang mahram bersamanya.” (FYI: istilahnya mahram not muhrim, guys) dan sabda lainnya : “Tidak diperbolehkan seorang wanita bepergian selama tiga hari kecuali bersama mahramnya.” Dengan kata lain, sebagai seorang muslimah yang taat, maka kita (akhwat) jika ingin bepergian jauh sebaiknya jalan bersama mahram dari keluarganya, yaitu ayahnya, anak (laki-laki tentunya), saudara, keponakan, dan saudara sesusuan (kalau sama-sama perempuan sama aja boong kan…). Atas dasar itulah kadang saya menolak ajakan untuk pergi menginap, karena saya sendiri tidak bisa menemukan mahram yang saat itu dapat menemani saya. Mungkin kesannya strict banget ya? Walaupun begitu, saya yakin itu ada (dan pasti ada) baiknya. Tujuannya, kalau dilihat dari pandangan saya, adalah untuk menjaga perempuan selama perjalanan. Who knows, ketika kita dalam mara bahaya, siapa lagi yang akan melindungi kita? (maksudnya in human form), dan juga untuk menjaga kehormatan seorang muslimah. Bayangkan jika bepergian dengan laki-laki lain yang sama sekali tidak ada hubungan darahnya. Itulah awal dari masalah.

Memang dari diri saya, ada yang mengatakan bahwa saya ingin ikut. Ingin sekali. Sama seperti saat siap-siap MK. Yang seperti itu sudah jelas tidak dibolehkan saya nya. Apalagi bokap tidak sempat untuk menemani saya (kalaupun iya, ngapain ditemenin??? ajegile XD)

Hey, they’re doing it, why can’t I? Why can’t I have all the fun? I’m not doing something wrong… why should my parents be overprotected?

Kira-kira seperti itulah yang ada di hati saya. Tapi akal sehat saya pun mengingatkan kepada aturan agama saya. Memang rasanya tersiksa sekali jika kita tidak bisa menikmati saat-saat senang bersama teman, tapi itulah syariat Islam. It protects us from every mudharat. Mungkin sebagian dari kalian mengatakan itu hanya berlaku di zaman Rasulullah. Bukankah itu adalah zaman jahiliyah sehingga kami para perempuan memang harus diberi aturan seperti itu? Tidak, bukan itu maksudnya. Allah SWT bermaksud baik kepada kita. Mencegah dari yang buruk, mencegah sebelum sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi (sama seperti alasan kita berjilbab, bukan?). Meskipun zaman sudah berubah menjadi lebih aman dan damai (sepertinya…) tetap saja kita harus menjaga diri. Ah, saya memang tidak pandai berpendapat… mohon kesabarannya, kalimat-kalimatnya jadi muter XD. Bagaimana ya? Hmmm, ada yang bisa membantu memberi dukungan?

Menurut saya, jika ada desakan yang memang penting dan tidak bisa dielakkan, seorang perempuan sepertinya boleh pergi sendirian. Dan untuk alasan yang jelas pasti boleh, misalnya, ada izin dari suami, dll. Atau seperti untuk menimba ilmu, itu boleh dipertimbangkan bukan? Mudah-mudahan sih nggak ketemu dengan situasi yang agak sulit seperti ini >.<

Jadi, apakah sudah jelas? (:P jadi kayak ceramahin orang) Habis… masih ada saja orang yang tidak mengerti dengan alasanku ini walaupun dia muslim. Saya sudah diajarkan seperti ini di keluarga dan saya yakin ini benar. Saya tidak heran bila orang tuaku seperti overprotected, saya mengerti mereka dan saya bersyukur memiliki keluarga yang senantiasa mengingatkan saya jika saya tidak menaati syariat-Nya. So guys, what do you think about my opinion?

Sekian saja, thanks for reading :) See you in my next post!

Top Ten of Greatest People (my version)

Assalamu’alaikum

Entah kenapa tiba-tiba gw pengen banget ngepost hal semacam ini. Mendadak. Spontan. Mungkin karena kehebohan penyambutan mapres fasilkom tahun ini, atau mungkin karena memang sudah lama ingin ngepost tapi nggak jadi mulu dan akhirnya terpicu gara-gara sudah ada pengumuman mapres fasilkom.

Ok, yang jelas gara-gara pengumuman mapres fasilkom gw ngepost ginian. Terinspirasi, dan tiba-tiba pagi tadi dalam pikiran gw sudah ada daftar nama orang-orang yang sangat inspiratif dan hebat (Sudahlah, jangan menyangkal lagi, kalian memang orang-orang hebat kok). Kalau didaftar sebagai himpunan, mungkin kardinalitasnya adalah aleph null, jadi yang akan gw daftar adalah sebanyak 10 orang terhebat (atau lebih cocoknya yang langsung kepikiran kalau orang itu hebat? Haha). Ini hanya sekedar pendapat pribadi, so, no offense. Ohya, urutan ini nggak bener ya, kecuali 1 sampe 3 :)

  1. Rasulullah SAW : siapa sih yang nggak ngaku dia sebagai orang yang paling hebat sedunia? Yang non muslim saja mengakuinya apalagi yang kite-kite? Mulai dari kelahirannya saja sudah ada tanda-tanda the chosen one. Pribadi yang sangat mulia dan patut dicontoh, penutup para nabi, and of course idaman sejuta umat (hey, yang idaman sejuta umat itu nabi kite, bukan bapak mapres fasilkom 2009, oke? LOL <–menjawab thread plurk semalem). Hmm, apalagi ya? Yang jelas kalau gw paparin semua nggak akan muat di satu post ini. Hehe.
  2. Bokap gw : cmon, anak mana yang tidak mengidamkan bokap mereka? Bukannya sombong, but my father is the greatest father in the world. Man of all the year kalau gw bilang. Hahaha. Semenjak kecil, bokap gw termasuk orang yang tidak berkecukupan. Saking tidak berkecukupannya, gw nggak mau cerita dan nggak mau mengingatnya lagi. Tapi, dengan semangat lahir batinnya, dia mampu meraih hal-hal yang sepertinya tidak mungkin untuk orang seperti dia. Gw daftarin ya. (1) kuliah di UI, MIPA actually dengan jurusan matematika. Tanpa biaya dari orangtua yang jelas, tapi dari scholarship. Sayangnya sih nggak cum laude :p (2) S2 di toronto, S3 di Brisbane and of course with scholarship. One of his boss trusted men, hehe (3) Udah professor dan sekarang ngedosen di Fasilkom UI. Nggak itu aja, ikut bsnp (yang memperbaiki mutu buku pendidikan) dan masih banyak lagi. Kayaknya nggak heboh ya? Well, pendapat orang memang beda-beda.
  3. Nyokap gw : gw harus memasukkan nyokap ke daftar ini walaupun pencapaiannya nggak sehebat bokap. Yang jelas, gw bisa mempercayai dengan sepenuh hati kepada nyokap gw. Hebatnya? Entahlah, nggak tau gw hebatnya yang konkret, yang pasti, she is the best.
  4. Bapak mapres fasilkom 2009 : topik ini lagi hangat-hangatnya. gimana nggak, beritanya baru tadi malem. Udah (mantan) ketua BEM fasilkom, mapres lagi. Ckck, no denial please, you’re really great. Ngurus anakUI.com, pencetus ayongeblog.com, salah satu senior yang bisa dibilang setiap saat semangatnya terpacu (dan memacu semangat orang lain). What else? Sekarang bapak kita ini sedang mempersiapkan mapres tingkat UI nya. Maybe this will be his next greatest achievement. Semangat!!!
  5. Pak Petrus : tiba-tiba terbersit sosok ini. Gw juga heran, tapi dosen yang satu ini memang hebat. Baik hati, tidak sombong dan rajin menabung (maybe yang rajin menabung masih perkiraan :p)
  6. Vby : ini sebenarnya request dari orang itu sendiri, tapi sebenarnya gw memang mengakuinya, cuman karena gedenya gengsi gw awalnya gw berniat untuk tidak mencantumkannya. Tapi karena hati gw luluh oleh ketulusannya, akhirnya gw pasang juga. Yang gw kagumi dari vby itu sebenarnya kemampuan ngodingnya. Emang sih sepele banget, tapi gw suka aja. Mungkin ada dewa-dewa seperti ***, ***, *****, dan lainnya. Tapi yang bikin gw respek cuman orang yang satu ini. Jangan terbang vb.
  7. Bang Adrian : FYI, pendiri BTA 70. Hoho. Orang satu ini memang hebat. Sebelumnya dia bukan apa-apa. Sekarang? yah, lumayan sih, ada usaha sendiri itu (BTA). Tapi yang bikin gw kagum dengannya adalah pengetahuannya yang luas dan logikanya yang seperti dewa yang setiap ngajar matematika bikin kelas gw sebel (dikerjain terus dengan permainan logikanya). Sudah berkeluarga, dan sepertinya a happy family. Oiya orang ini secara fisik agak berlebih, padahal pas mudanya (sebelum sekarang :p) oke banget, atletis. Gw sampe tersepona ngeliat foto masa mudanya. Keren.
  8. Deni Lukmanul Hakim : harus gw akuin, dia juga hebat. Dulu, FK dan Fasilkom jalan. Trus sering banget ikut lomba entah apa tapi yang jelas termasuk salah satu achiever dalam bidang akademik. And then sun campus ambassador dan sekarang sepertinya dia target untuk lulus 3 tahun. Oh man, mau nargetin apalagi lo??? Udah gitu sempet pacaran lagi. Gw iriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii >.< (bukan iri pacarannya loh).
  9. Arlan dan Timas : Kok mereka ada di daftar gw? Kenapa harus berdua? Oke, oke, satu-satu ya pertanyaannya. Pertama kenapa harus berdua? Ya ampun, kalian kayak nggak tau aja kalau mereka itu soulmate sejati…. untuk kerjaan tugas tentunya. Hahahaha. Trus kenapa mereka ada di daftar gw? Gini ya, orang yang rajin menurut gw adalah orang yang hebat karena mereka bisa memerangi rasa malas mereka. Malassss…. perasaan yang menggoda kita untuk (tidak) belajar segala sesuatu. Hohohohoho.
  10. (Tir)Midzi : Hehehe, sebenarnya gw pengen menempatkan dia terlebih dahulu, tapi karena anak-anak pada ngeliat, termasuk midzi, gengsi gw jadi muncul. Hahhaha. Jago ngoding, baik, MAU NGAJARIN NGODING. Itu yang paling penting. :p

Thats it. Cuman 10, mungkin kalau jadi gw bakal nerusin dengan top 20, lanjutan 10 lainnya setelah yang ini. Karena ini bukan semacam tag-tagan jadi para bloggers yang baca ini tak perlu posting hal semacam ini.

So, who’s your top ten?

~Copyright : Aruni

Lisan Vs Pedang

Assalamu’alaikum…

Ingatkah Anda tentang suatu ungkapan yang mengatakan bahwa lisan lebih tajam daripada pedang? Yap, kini saya akan membahas secara singkat bahaya lisan. Yah, sebenarnya nggak secara mendalam, cuman tiba-tiba saya mendapat pencerahan karena sesuatu hal yang tidak mengenakkan.

Kita harus menjaga baik-baik mulut kita entah itu kepada teman atau orang lain terutama bokap and nyokap. Jika tidak, tentu kesalahan ucapan sekecil apa pun akan memengaruhi sikap orang itu kepada kita. Mungkin kita tidak berniat untuk bermusuhan atau marahan, dkk. yah beginilah bercandaan anak-anak sekarang, dalem banget. Tapi kalau ternyata mengena di hati, maka orang tersebut akan terluka dengan amat sangat. Memang kalau kita lihat dari sudut pandang kita sepertinya nggak ada apa-apa dengan perkataan kita. Murni bercandaan, tidak ada niat jahat. Tapi, itu kan menurut kita nya. Apa yang menurut kita tidak buruk bukan berarti juga tidak buruk menurut orang lain, apalagi menurut Allah Swt.

Nah, buktinya? Hmm, saatnya menggali pengalaman (dan aib) saya lebih dalam. Waktu itu ketika saya masih smp, saya ada teman. Tidak perlu disebutkan mereknya. Yang jelas temanku yang satu ini sangat baik terhadap saya. Saya sangat bersyukur mempunyai teman seperti dia. Yah, mentang-mentang sudah enak satu sama lain, saya malah bertindak seenaknya. Ada perkataan saya yang ternyata disalahmengerti olehnya. Ini nih, pikirku, saya emang salah, cuman entah kenapa rasa gengsi ku mengalahkan segalanya. Saya bahkan tidak berani minta maaf kepadanya demi gengsi ku yang tidak ingin dipermalukan di depan orang lain ketika saya meminta maaf (maklum, setiap dia ada, pasti lagi rame orang… nggak ada waktu yang tepat banget, haha). Kayaknya keterlaluan banget. Tetapi ternyata teman ku lebih tau diri daripada saya. Dia yang bahkan mengajakku berbicara berdua saja dan mengatakan apa yang membuatnya marah. Spontan, entah kenapa, saya menangis. Rasa bersalah saya mulai terasa lagi. Emang sih, kayaknya lebai banget, tapi itulah yang terjadi. Saya pun meminta maaf kepadanya dan menjelaskan maksud dari perkataan saya waktu itu. Alhamdulillah, dia mengerti dan akhirnya memaafkanku. Sesaat saya berpikir, untung saja dimaafkan. Bagaimana kalau tidak? Pasti saya akan merasa lebih bersalah lagi dan bahkan sakit hati (bukan dia saja yg bisa sakit hati lo…). haha, aneh ya, tapi begitulah saya.

Kesimpulannya? Ya jaga mulut! Peliharalah mulut kita dengan mengucapkan dzikir dan kata-kata yang baik, insyaAllah akan terhindar dari peristiwa yang mirip-mirip ini. Setuju kan?

~Saatnya menjaga lisan… **telat** :p

~yah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, hahaha

*Seven* Deadly Sin(s)

Assalamu’alaikum…

Nggak nyangka bakal ngepost secepat ini, padahal niatnya pengen nyantai dulu sambil mencari ilmu untuk mengutak-atik wordpress. Apa boleh buat, niat ini sudah bulat. *halah*

Kemarin baru aja ngeliat note facebook seorang kawan yang intinya adalah tentang seven deadly sins *menurut agama kristen..entah general atau salah satunya*. Kebetulan juga jadi teringat ke filmnya Morgan Freeman dan Brad Pitt berjudul 7even (kalau nggak salah). Filmnya lumayan seru. Ceritanya terjadi pembunuhan berantai, morgan dan brad adalah dua detective yang bertugas untuk menyelidiki kasus ini. Anehnya, pembunuhan ini dikaitkan dengan seven deadly sins, which is pride, lust, gluttony, greed, sloth, wrath, and envy. Tiap pembunuhan dilakukan dengan korban yang identik dengan dosa-dosa tersebut. Pokoknya parah deh hasil pembunuhannya. Gila. Endingnya, brad terjebak pada salah satu dosa tersebut, kayaknya sih wrath. Kenapa? Istrinya ternyata dilibatkan oleh si pembunuh, sebagai korban untuk envy. Yang oke banget, si pembunuh memperlihatkan ekspresinya dengan membunuh sang istri dan memotong kepalanya, disimpan dalam box untuk hadiah brad. Brad pun melihatnya, ya itu, akhirnya si pembunuh jadi korban kemarahannya alias koit.

Keren kan? Lalu, apa inti dari cerita saya tersebut? Sadar dari dosa-dosa kalian. Udah sih, intinya pasti itu juga, selamatkan diri kalian, to the pointnya–>tobat. Sekian pembukaannya (panjang banget…). Post kali ini ada hubungannya dengan the deadly sins, dan yang pasti berhubungan dengan saya.

Ya Allah, I have a confession to make… Yang namanya manusia, pasti ada melakukan kesalahan (read: dosa). Yang membuat saya sadar selama ini, ternyata banyak juga ya dosa yang telah saya produksi. Salah satunya adalah pride. Ya, pride atau kebanggaan atau bahkan bisa dikatakan kesombongan. Salah satu dosa yang sangat berat. Salah satu dosa yang membuat Iblis dikutuk selamanya. Salah satu yang bisa dikatakan merusak sebagian rencana hidup saya. Atau memang sudah rusakkah? Yang jelas, saya sadar dosa yang satu ini yang mungkin memang pemicu terjadinya berbagai hal yang tidak kuinginkan. Tidak perlu saya sebutkan. Tapi, ah ya sudahlah. Namanya juga manusia, ingin memiliki kehidupan yang nyaris sempurna (berhubung sempurna itu hanya milik Allah Swt :p). Dari sanalah kalian bisa tau apa yang saya harapkan. Kayaknya terlalu didramatisir ya? Mungkin bagi kalian biasa saja, hal yang lumrah. Tapi, bagi orang yang sangat menginginkan sesuatu so badly, and it doesn’t turn out well… Well, you know how it feels. Entahlah, selama ini saya merasakan adanya ganjalan dosa itu. Demi pride, saya nggak ingin “menodai” citra sendiri. Demi pride, saya ingin mempunyai segala hal yang bisa membuatku lebih baik. Termasuk dia. Duh, maruk amat ya jadi orang. Dari tulisan ini pun bisa kelihatan betapa buruknya diri ini. Haha, terlalu merendah. Just be positive, dengan ini, saya sadar. Dengan ini, saya jadi tahu apa yang harus diperbaiki dari manusia ini.

So, how about you? What sin influences you the most?